5 Kesalahan Umum Penulis Pemula Saat Menyiapkan Naskah untuk Diterbitkan
04 Aug 2026 · Ditulis oleh Admin
Menulis naskah sampai selesai itu sendiri sudah pencapaian besar. Tapi naskah yang selesai ditulis belum tentu sama dengan naskah yang siap diterbitkan. Dari pengalaman menangani produksi buku sejak 2013, ada beberapa kesalahan yang berulang kali kami temui dari penulis yang baru pertama kali menerbitkan buku. Berikut lima di antaranya.
Pertama, mengirim naskah yang belum benar-benar final. Banyak penulis mengirim naskah sambil masih berencana merevisi beberapa bagian "nanti sambil jalan". Masalahnya, proses layout dan desain sudah mulai mengikuti struktur naskah yang diserahkan — kalau ada revisi besar di tengah jalan, seluruh tata letak bisa perlu disusun ulang. Lebih baik pastikan naskah sudah dalam versi final sebelum masuk proses produksi.
Kedua, format naskah yang tidak konsisten. Campuran jenis huruf, ukuran, dan spasi yang berbeda-beda antar bab memang terlihat sepele di layar, tapi ini memperlambat proses layout secara signifikan. Naskah dengan format yang rapi dan konsisten sejak awal — heading yang seragam, paragraf yang konsisten — akan jauh lebih cepat diproses jadi buku.
Ketiga, tidak menyiapkan data pendukung dari awal. Untuk keperluan pendaftaran ISBN dan produksi buku, ada beberapa data yang wajib disiapkan: sinopsis, profil singkat penulis, hingga daftar isi yang jelas. Banyak penulis baru memikirkan ini belakangan, padahal menyiapkannya dari awal akan mempercepat keseluruhan proses penerbitan.
Keempat, mengabaikan izin kutipan dan sumber referensi. Ini terutama relevan untuk buku akademik atau nonfiksi yang banyak mengutip sumber lain. Kutipan panjang, gambar, atau data dari pihak lain sebaiknya sudah jelas sumbernya dan, kalau perlu, sudah ada izin pemakaiannya — supaya tidak jadi masalah di kemudian hari.
Kelima, meremehkan pentingnya desain cover. Cover bukan sekadar "pemanis" — ini yang pertama kali dilihat calon pembaca, baik di rak toko buku maupun saat di-scroll di marketplace daring. Cover yang tidak mencerminkan isi atau genre buku bisa membuat pembaca yang tepat justru melewatkannya.
Kesalahan-kesalahan ini wajar terjadi, apalagi untuk yang baru pertama kali menerbitkan buku. Justru karena itu, proses penerbitan biasanya lebih lancar kalau ditangani bersama pihak yang sudah terbiasa — mulai dari memastikan naskah siap produksi, sampai membantu proses ISBN, layout, dan desain cover dari awal.