← Kembali ke Katalog
Dzikir Itu Anugerah

Dzikir Itu Anugerah

Oleh: H. Oo Hanapiah, M.Ag.
✓ Sudah Terbit
Penerbit
Samhan Asa Adiwarna
ISBN
978-634-05-6969-8
Kategori
Non-Fiksi
Tanggal Terbit
06 Oct 2026

Deskripsi

Dzikir bukan sekadar rangkaian ucapan yang dilafalkan oleh lisan, tetapi merupakan jalan untuk menghadirkan hati bersama Allah SWT. Dalam kehidupan seorang hamba, dzikir menjadi sarana untuk membersihkan hati, menenangkan jiwa, memperkuat iman, melawan hawa nafsu, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Buku Dzikir Itu Anugerah hadir sebagai panduan dan wawasan bagi para salik, ikhwan dan akhwat, khususnya mereka yang sedang mempelajari dan mengamalkan ajaran Tasawuf dan Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN). Penulis mengajak pembaca memahami bahwa kemampuan untuk berdzikir merupakan sebuah karunia besar dari Allah SWT—bahkan disebut sebagai salah satu anugerah tertinggi bagi seorang hamba. DZIKIR ITU ANUGERAH
Pembahasan buku dimulai dari pengertian, manfaat, tata cara, dan hikmah dzikir, kemudian berkembang pada pembahasan tentang tasawuf dan tarekat, hubungan tarekat dengan syariat, serta proses perjalanan spiritual seorang salik. Buku ini juga menguraikan makna mursyid, murid, talqin, ta'lim, makrifat, dan mahabbah, sekaligus menjelaskan kedudukan, kriteria, adab, fungsi, dan peran guru mursyid dalam tarekat. DZIKIR ITU ANUGERAH DZIKIR ITU ANUGERAH
Pada bagian berikutnya, penulis menghadirkan berbagai ayat Al-Qur'an dan hadis yang berkaitan dengan dzikir, termasuk pembahasan mengenai dzikir jahr dan dzikir khafi, waktu berdzikir, taubat dan talqin. Buku kemudian memperluas wawasan tentang berbagai dimensi dzikir, mulai dari dzikir sebagai puncak ibadah, dzikir berjamaah, dzikir mutlak dan muqayyad, hingga keterkaitannya dengan ketenangan hati, kelembutan jiwa, ketakwaan, dan kehidupan seorang mukmin. DZIKIR ITU ANUGERAH DZIKIR ITU ANUGERAH
Dengan bahasa yang berorientasi pada pengamalan dan dilengkapi landasan Al-Qur'an, hadis, serta rujukan dari literatur tasawuf dan tarekat, buku ini diharapkan menjadi teman bagi siapa pun yang ingin memahami makna dzikir secara lebih mendalam dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab ketika hati senantiasa mengingat Allah, dzikir tidak lagi sekadar amalan—ia menjadi anugerah yang menghidupkan hati.